Umar Syarief (lahir 15 April 1977) merupakan seorang pemain karate berkebangsaan Indonesia. Dia dilahirkan di Sidoarjo.
Meski bermukim di Swiss sejak tahun 2008, karateka ini tidak melepas kewarganegaraan Indonesia. Dia tetap berjuang mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan karate internasional. Perjuangannya untuk Indonesiapun tidak setengah-setengah.
Meski bermukim di Swiss sejak tahun 2008, karateka ini tidak melepas kewarganegaraan Indonesia. Dia tetap berjuang mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan karate internasional. Perjuangannya untuk Indonesiapun tidak setengah-setengah.
Tahun 2010 lalu misalnya, ia rela meninggalkan 'Dojo Budaya', dojo (klab karate) miliknya di Swiss selama hampir setengah tahun untuk mengikuti Pelatnas Asian Games di Jakarta. Selama itu pula ia hanya berkomunikasi dengan istri dan putranya di Swiss lewat jejaring sosial. Tidak sia-sia, Umar berhasil mempersembahkan medali perak dari perhelatan olahraga terakbar di Asia, Asian Games Guangzhou (November 2010).
Umar lahir di Sidoarjo (Jawa Timur) tanggal 15 April 1977. Semasa kecil, ia terkenal luar biasa bandel, suka berkelahi! Berharap energi berlebih Umar tersalurkan, orangtuanya mengirim Umar ke salah satu klab karate. Eee..bandelnya malah menjadi-jadi. "Karena saya malah tahu bagaimana memukul dan menendang, jadi tambah parah, berkelahi terus!" kenang karateka yang kini berkaliber internasional ini.
Perubahan 180 derajat terjadi setelah Umar dipercaya bergabung dengan pelatnas karate saat ia berumur 18 tahun. Ia tidak lagi suka berkelahi. Sebaliknya, Umar menjadi pribadi yang suka menolong, peduli pada sesama, dan suka menolong.
Bersama Ai Lee Syarief, istrinya yang karateka Swiss kelahiran Malaysia dan putra mereka yang sedang lucu-lucunya, Arjun Syarief (2 tahun), Umar tinggal di Niederburerstrasse 2, Uzwil, Switzerland, 9245. Tetap, Umar sering pulang ke Indonesia untuk berlibur sembari menjenguk keluarga besarnya di Surabaya, juga untuk urusan karate. Maklum, Umar tetap atlet nasional Indonesia. Hebatnya lagi, Umar rela merogoh kocek sendiri untuk berlatih di pusat kebugaran dan makanan bergizi porsi karateka untuk menjaga kondisinya sebagai atlet.
Prestasi:
- Medali emas kelas berat SEA Games Jakarta (1997)
- Medali emas kelas bebas SEA Games Jakarta (1997)
- Medali perak kelas berat Kejuaraan Asia di Macau (1997)
- Medali emas Denmark Terbuka (1999)
- Medali emas kelas +80 kg SEA Games Brunei (1999)
